Selasa, 12 Desember 2017

Seri 05 - Antartika Dan Bom Nuklir Kubah Bumi

Ini adalah seri 05 yang pada 4 seri sebelumnya kita sudah membahas 7 dari 10 argumen yang membuat kita yakin Bumi berbentuk bola. Pada sei ini kita akan membahas topik no,8 yaitu penerbangan keliling dunia yang sebagaimana menimbulka oresepsi bahwa Bumi berbentuk bola.Pada seri ini juga dibahas masalah Antartika dan Bom Nuklir Kubah Bumi yang sangat berkaitan dengan penerbangan dan angkasa luar. 
_________________________________________________________________________________





Pertanyaan paling umum tentang flat earth adalah penerbangan. Jika kita terbang dari barat ke timur akan kembali ketempat semula. Bagaimana ini bisa terjdi jika Buminya datar? Pertanyaan umum lannya adalah 'Kalau Buminya datar ujngnya apa? Apakah kita akan terjatuh?'. Sebenarnya pertanyaan yang lebih mendasar adalah darimana peta Bumi bola dan Bumi datar itu? Bisa dipertanggung jawabkan atau tidak kebenarannya? 

Azimuthal Equidistant
Logo PBB
Silahkan Anda cek situs USGS (United State Geology Suervey). USGS adalah lembaga resmi bentukan pemerintah Amerika Serikat yang telah beroperasi selama 138 tahun. Karyawannya hampir 9.000 orang, anggarannya hampir trilliunan rupiah per tahun. Tak mengherankan USGS menjadi lembaga survey paling kredibel di Dunia saat ini. 
AL-BIRUNI
Disitus USGS tentang map projection, anda akan melihat proyeksi peta yang disebut Azimuthal Eqiudistan, yaitu memproyeksikan peta Bumi datar menjadi oeta Bumi globe. USGS mengatakan, peta Bumi datar yang diproyeksikan melalui Azimuthal Equidistant ini digunakan untuk membua: peta tlas national Amerika, menentukan jarak penerbangan, serta menentukan arah antena. Selanjutnya USGS mengatakan logo PBB adalah peta Bumi datar yang di proyeksikan menjadi peta Bumi itu. Ini adalah bukti yang tak terbantahkan! Fakta! Pada sumber lain, di WikiPedia diterngkan bahwa, peta Bumi datar yang proyeksikan dengan Azimuthal Equidistant ini membuat semua jarak pada peta Bumi bola benar secara proposional, artinya peta Bumi yang sebenarnya adalah peta Bumi datar itu. Disebutkan pula bahwa rumus matematika yang digunakan untuk membuat Azimuthal Equidistant inipertama kali dikemukakan oleh cendekiawan muslim yang bernama Al-Biruni yang hidup 1.000 tahun lalu. 
Kita tak pernah mendengar nama Al-Biruni, tapi NASA tahu persis dan menamakan salah satu crater di Bulan dengan nama Al-Biruni crater untuk menghormati pencetus rumus itu. Jadi benar sekali, peta Bumi datar adalah dasar pembuatan peta Bumi bola. 
Jadi Bagaiaman dengan penerbanagan keliing dunia dari barat ke tmur? 
Simpel, pada garis khatulistiwa yang di peta Bumi globe yang merupakan proyeksi dari peta Bumi datar adalah garis khatulistiwa yang melingkar. Jadi secara tidak langsung dia hanya melingkar dan mengikuti jarum kompas yang selalu menunjuk ke arah utara.
_________________________________________________________________________________
Horizon Bumi

Yang munkin tidak anda perhatikan adalah horizon Bumi ketika Anda terbang,lengkung seperti bola atau lurus dan datar. Berikut adalah time laps ( click ) yang diambil dari penerbangan airbus 380, rekaman dilakukan dengan kamera biaa bukan fish eye lens yang membuat semua tampak lengkung. Kita lihat apakah horizon Bumi itu lengkung atau datar. 
Kembali pada perbandingan ke-2 peta tempat-tempat yang jaraknya dekat dengan pusat lingkaran yakni kutub utara secara proposional jaraknya sama, semakin ke selatan jaraknya semakin berbeda. yang paling membedakan adalah Antartika. 
Rute Penerbnagan Santiago-Johanesburg
Santiago-Johanesburg versi Datar
Kita akan membahasnya satu per satu, pertama jarak benua-benua nya dulu.Kita bisa membuktiannya dengan mudah, melalui jalur penerbangan. Di selatan Khatulistiwa yakni Amerika Selatan, Australia dan Afrika Selatan jalur penerbangannya tak masuk akal jika menggunakan peta Bumi bola. tapi masuk akal jika menggunakan peta Flat. Anda bisa cek sendiri di berbagai situs yang menyadiakan tiket penerbangan, dari Santiago Chile diselatan ke Johanesburg di Afrika Selatan. Jika ditarik lurus di Peta Globe, akan membutuhkan 12 jam perjalana, tapi disitus-situs tiket penerbangan, rute itu tidak ada. Dari Santiago harus mampir dulu di Sengal baru ke Johanesburg, memakan waktu 19 jam penerbnagan. Rute tampak sangat tak masuk akal, tapi menjadi masuk akal jika menggunakan peta Flat earth, karena satu garis lurus. Menarik bukan? kita coba rute lainnya, dari Johanesburg ke Sydney. Jika kita tarik lurus di peta Globe memakan waktu 11 jam penerbangan, Tapi rute itu tidak ada. Dari Johanesburg harus mampir dulu ke Dubai, memakan waktu  18 jam penerbangan. Ini juga tak masuk akal, tapi jika menggunakan peta datar, Johanesburg-Dubai-Sydney hampir saru garis lurus. Mana yang lebih masuk akan buat Anda?
Peta Flat Earth
Kita ambil contoh ke-3, sekarang kita di Sydney kembali ke Santiago Chile. Jadinya keliling Duni, tapi dibagian Selatan Khatulistiwa. Menurut keterangan USGS tentang Azimuthal Equidistatn yang sudah dijelaskan tadi, suluruh jarak dibagian selatan Khatulistiwa Globe, memang tidak benar, karena jaraknya semakin jauh dari pusat lingkaran yakni Kutub Utara. Kita lihat, jika di peta Globe, dari Sydney ke Santiago Chile jika ditarik garis lurus memakan waktu 15 jam. Rute nya juga tidak ada, dari Sydney harus ke LA dulu baru ke Santiago total 27 jam, sangat tidka masuk akal. Jika menggunakan peta Flat earth, Sydney-LA-Santiago itu memang hampir satu garis lurus. Mana yang lebih masuk akal? Ini adalah indikasi, Reasonable Doubt, bahwa ada kecurigaan yag beralasan, bukan buktinyata bahwa buktiny salah. Karena orang bisa saja mengatakan transit untuk ambil penumpang. Tai, bagaimanapun mengambi penumpang, tak kakan dilakukan jika rutenya tak masuk akal. 
Bali-Alaska Datar
Peta Bali-Alaska Globe
Bukti telaknya adalah berita pada daily mail 15 oktober 2015 lalu, pada penerbangan China Airlines dari Bali ke LA seorang wanita melahirkan diatas ketinggian 30.000 kaki atau 9,2 KM DPL. Pesawat terpaksa melakukan pendaratan emergency di Alaska, sangat mengherankan bukan? Pada peta Bumi Globe petanya sperti ini. Sedangkan pada peta Bumi datar adalah seperti ini. Mana yang lebih masuk akal buat Anda? Perbedaan utama pada peta globe dan peta datar adlah bagian selatan. Di selatan globe semakin mengecil dan Antartika adalah sebuah Benua. Di selatan peta datar semkain mebesar dan Antartika adalah lingkatan yang mengelilingi Bumi datar. 
James Cook
Kunci perbedaannya adalah Antartika, sebuah tempat misterius yang konon katanya sejak dulu jarang dikunjungi orang. Bukan hanya karena dingin dan ombak yang ganas, tetapi juga sistem navigasi yang tak erjalan dengan baik di Antartika termasuk kompas. 
Rute kapten COOK
Tercatat VascoDaGama penjelajah asal Portugis yang dalam tanda kuti 'menemukan Maluk dan Timur-Timor pada abad ke-15'. Namun Dia gagal mencapai Antartika karena ganasnya ombak dan kompas yang tak tertarik dengan sempurna ke pusat lingkaran yaitu Kutub Utara, halyang wajar karena Dia berada jauh dari pusat lingkaran yang merupakan medan magnet yang menarik jarum kompas ke arah utara. Penjelajahn yang berhasil hingga ke Antartika adalah kapten James Cook dan juga yang pertama mendarat di Hawai, Australia dan New Zeland bersama 111 awak kapal dan Saintis. Kapten Cook menjelajahi Antartika selama 3 tahun 8 hari. Ia hanya menemui tembok es, tak ada jaln masuk. Tercatat selam 3 tahun 8 hari itu dia menjelajahi 60.00 KM tembok es. Angka itu juga sangat menarik, 60.000 KM adalah panjang 1,5 equator Bumi. Ia menjelajahi 1,5 Bumi dan
Rute kapten Cook
hanya menemui tembok es Antartika. Dari jurna catatan kapten Cook rute perjalanan 60.000 KM adalah seperti ini. Pada peta Bumi datar rute perjalanan kapten Cook adalah seperti ini, Dia benar-benar keliling ujung duni Antartika yang mengelilingi Bumi datar. Catatan kapten Cook ini sebenarnya adalah bukti yang potentik bahwa peta Bumi globe adalah bohong. Sebab, pada peta Bumi globe Antartika dibilang Benua dengan keliling  19.300 KM, padahal kapten Cook menjelajah tembok es Antartika sepanjang 60.000 KM, 3 kali lipat dari apa yang dikatakan penguasa global. 

Admiral Richard E.Byrd
Operation HighJump
Tokoh paling penting dalam penjelajahan Antartika adalah Admiral Richard E.Byrd ini adalah orang yang sangat kredibel, perwira angkatan laut pemegang Medal of Honor medali tertinggi dalam tentara Amerika Serikat. Dia orang pertam ayang terbnag ke ke-2 kutub, yaitu kutub Utara dan kutub Selatan. Byrd tercatat sebagai Admiral termuda dalam sejarah militer Amerika serikat, Dia diangkat sebagai Admiral di usia 41 tahun. Admiral Byrd pertam kali menjelajah Antartik pada tahun 1928-1930, dengan 2 kapal laut dan 3 pesawat udara. Byrd kembali menjelajah Antartika pada tahun 1934, yang ke-2 kali itu Dia sendirian, 5 bulan di Antartika. Penjelajahan Antartika ke-3 dilakukan tahun 1939-1940, dimana Admiral Byrd ditugaskan pemerintah Amerika Serikat. Yang paling fenomenal adalh penjelajahan ke-4 yakni tahun 1946-1947 seteah perang dunia ke-2 yang disebut Operation HighJump. Admiral Byrd pergi ke Antartika membawa pasukan militer lengkap, 13 kapal laut termasuk kapal induk dan 29 peswat termasuk helikopter, ekspedisi Antartika terbesar sepanjang sejarah umat Manusia sampai saat ini. Opertin HighJump membawa berbagai pertanyaan dan spekulasi. Untuk aoa membawa pasukan sebanyak itu? Ancaman apa yang mereka khawatirkan sampai membawa pasukan sebanyak itu? Tujuna yang sesungguhnya tidak terungkap sampai sekrang.
Sebagai perwira Militer Admiral Byrd tutup mulut, tak banyak bicara soal itu. Dokumentasi operation HighJump sempat beredar, dimana Admiral Byrd menmukan daerah di Antartika yang tidak ditutupi salju sedikitpun ( https://www.youtube.com/watch?v=0x40A0sBL34 ) yang sangat memungkinkan adanya kehidupan. 
Dalam wawancara dengan harian Chile tahun 1947, Admiral Byrd membuat sebuah pernyataan yang sungguh mengejutkan. Ia mengatakan bahwa 'Amerika harus mengambil tindakan intensive untuk menangani serangan musuh dari wilayah kutub'. Musuh yang mana? Kenapa dari Kutub? petanyaan yang tak terjawab sampai sekarang. Ekspedisi ke-5 Admiral Byrd dilakukan pada tahun 1956-1957, dikenal dengan nama Operation Deepfreeze untuk membangun 3 panhkalan Militer di Antartika. Berikut ada cuplikan wawancara dari Admiral Byrd di salah satu stasiun TV yang sangan langkah ( https://www.youtube.com/watch?v=8UKLHNs5WT8&t=840 ). 
Ada 3 hal penting yang harus dicatat dari pernyataan Admiral Byrd:
1. Atartika kaya sumber daya alam (Batu bara, Minyak, Uranium)
2. Ada wilayah sebesar USA yang belum pernah dilihat oleh Manusia letaknya melampaui/dibelahan lain Antartika
3. Kemungkinan serangan udara musuh yang datang dari Antartika
Ke tiga hal ini adalah teka-teki yang luar biasa, pertama duni pertambangan dimana ada sumber daya pasti kaan disambangi dan digali selama ada nilai ekonomi ada keuntungan perusahaan pasti berebut. Udara dingin sama sekali bukan hambatan, di Kutub Utara kita tahu banyak perusahaan tambang yang beroperasi. Australia misalnya, Negara di wilayah bagian sleatan Bumi punya tambang di Kutu Utara, tpi tidka di Antartika. Tak ada satu pun perusahaan pertambangan yang menggali hasil tambang disana. Padahal jelas-jelas Adm.Byrd mengatakan bahwa ada pasokan Batu bara yang cukup untuk Manusia di Bumi untuk beberapa tahun. 
Pangkalan Militer Antartika
2x operasi denagan 6.500 orang, menemukan gunug Batu bara yang dapat digunakan memasok melurh Dunia untuk beberapa abad. Tapi tak ada perusahaan yang menggarapnya? It doesn't make sense! Apa yang mereka sembunyikan? YAng dibangun justru pangkalan militer. Apakah ini ada kaittannya dengan pernyataanya bahwa ada kemungkinan serangan udara musuh dari Antartika? Musuh yang mana? Byrd menyimpan rahasia ini besama para Ellite Global. 
Kedua, katanya ada tempat sebesar Amerika yang belum pernah dilihat menusia, tempatnya melampaui/dibalik Antartika. Jelas dia tidak berbicara menggunakan peta Bumi globe, karena seharusnya jika kita terbang melintasi Kutub Utara seharusnya kita kembali lagi ke 3 Benua di sisi selatan. Tapi Byrd mengatakan, jika kita terbang melintasi Antartika justru akan sampai pada Benua lain yang bekum pernah dilihat Manusia. Tak mungkin jika menggunakan peta Bumi globe, sekali lagi Admiral adalah tokoh yang kredibel: Adm. termuda sepanjang sejarah Militer Amerika, pemegang Medal of Honor, pemimpin operation HighJump, pemimpin operation DeepFreeze. Dan kita semua mendengar sendiri dari mulutnya, bukan berita hoax atau salaa hterjemahan. Artinya, ini adalah data yang kredibel dimana jika kita melintasi Antartika kita akan menemukan Dunia lain, Benua yang belum terkontak Manusia. 
Peta Kuno
Pada peta Bumi datar yang digambarkan memang hanya sebatas tembok es yang mengelilingi Bumi datar, tak ada yang tahu apa yang ada diseberang tembok es itu. banyaak orang berfikir di tembok es itu ada kubah selestial yang tak kelihatan, tapi menurut Byrd masih ada Benua lain diseberang sana. Apakah ini berkaitan dengan pernyataannya tentang ancaman serangan musuh dari belahan lain Antartika? 
Yang lebih menarik di Library of Conress, perpustakaan konres Amerika Anda dapat menemukan peta kuno seperti ini. Peta itu ditemukan di sebuah kuil di Jepang sekitar 1.000 tahun lalu. Kita lihat, yang bulat ditengah itu merupakan peta Bumi datar yang juga logo PBB, lingkaran putih adalh tembok es Antartika. Dibagian luarnya ada lusinan benua-benua yang besarnya sebesar Benua Amerika. Apakah ini yang dimaksud oleh Adm. Byrd? Kalupun benar, apakha benua-benua itu ada penghuninya. Manusia atau bukan? Itukah yang dimaksud Byrd ancaman serangan musuh dari belahan Antartika? Jangankan pergi ke Bulan, MArs atau Jupiter. Dibelahan Bumi selatan saaj masih banyaka yang tidak diketahui. 
Dunia berubah total setelah operasi penjelajahn Antartika berbasis Militer melalui Operation HighJump (1946) dan Operation DeepFreeze (1957) ini. Tahun 1957, di buatlah perjanjian Antartic Treaty yang ditanda tangani 2 tahun kemudian. Antartika dideklarasikan sebagai daerah terlarang. Tahun 1957 itu juga kemudian diluncurkan SPUTNIK satelit pertama milik Russia yang menjadi pemicu perlombaan teknologi angkasa luar. NASA didirikan setahun kemudian, tahun 1958.  Dari situ dimulailah berbagai cerita perjalanan ke Angkasa luar; pendaratan di Bulan, bisnis Satelit, mengirim Satelit ke Mars & Jupiter, dll. Yang tidak kalian tahu, pada tahun 1958 itu juga Amerika dan Russia kompak membom nuklir langit selama 4 tahun. Operasi bom Nuklir ini dimnamakan HANE (High Atitude Nuclear Explosions). Dulu itu adalah top secrete, tapi sekarang kita bisa mendapta informasi itu setelah arsi-arsip itu
boleh dipublikasikan 50 tahun kemudian (klik disini) , Mei 2012 yang lalu. Ini adalah 3 hal (Antartic Treaty, Bom Nuklir langit, Space ptogram) yang sangat menarik, yang merubah Dunia untuk selamanya. Jika berharap ada sumber yang mengatakan bahwa 3 hal itu berkaitan, sama naifnya dengan mengatakan bahwa setiap Negara tidak boleh mempunyai rahasia Militer, dn strategi Militer harus diumumkan lewat koran. Duni tak berjalan seperti itu, kita hanya bisa mngetahui hal-hal seperti ini melalui Analisis Intelegen atau kecerdasan. Hanya otak intel dan detektif yang dapat mendeteksi kaitan dari berbagai indikasi yang ada. Pemicunya adalah Operasi Militer Antartika melalui Operation HighJump 1946-1947 dan Operation DeepFreeze (1956-1957). 
Ada wilayah baru kaya sumber daya alam tapi tak ada yang boleh mengeksplorasi, ada wilayah lain sebesar Amerika dibelahan lain Antartika, ada kemungkinan serangan lawan yang datang dari belahan lain Antartika. Lantas apa yang dilakukan? Ada 3 hal:
1. Politik, tutup Antartika melalui Antartic Treaty tahun 1957 yang ditandatangani tahun 1959
2. Militer, Amerika dan Russia kompak, sama-sama membom nuklir langit selama 4 tahun, HANE (High Altitude Nuclear Explosions)
3. Propaganda, penjelajahan angkas luar. Sputnik yang memicu berdirinya NASA, padahal Amerika dan Soviet sama-sama tahu ada kubah selestial yang mereka bom nuklir selama 4 tahun, tak ada roket yang dapat menembusnya. 
kita akan membahas 3 hal ini satu persatu dengan bukti-bukti yang autentik dan kredibel. Pada seri kali ini kita akan membahas topik 1 dan 2, sedangkan topik 3 akan dibahas pada seri 06 - NASA Hollywood. 
________________________________________________________________


Antartic treaty
Kita mulai dengan langkah politik tutu Antartika dari seluruh warga Dunia melalui Antartic Treaty 1959. Antartika berada dibawah pengawasan 12 Negara, yaitu: Ameria, Soviet, Inggris, Perancis, Belgia, Norwegia, Australia, New zeland, Argentina, Chile, Afrika Selatan. Ini adalah skandal! Semua Negara boleh memiliki rahasia Militer dan daerah terlarang. Pentagon atau Istana Negara misalnya, sudah jelas orang tak boleh melintas tanpa ijin, tapi tak berarti tak boleh melintasi satu Benua Amerika! Wara-wara larangan melintasi satu Benua adalah bukti bahwa Dunia ini adalah panggung yang dikuasai segelintir dalang. 
Dunia adalah milik seluruh warga, berdasarkan prinsip kesetaraan. Tak ada yang boleh jadi polisi Dunia. Sebab kekuasaan itu cenderung korup, kekuasaan yang mutlak secara mutlak pasti akan korup. Warga Duni berhak untuk tahu ada apa sebenarnya di Antartika. Jika Bumi kita berbentuk Bola dan diseberang Antartika adalah belahan kita juga, semua warga Dunia berhak tahu. Jika memang diseberang Antartika ada Dunia lain yang belum pernah dilihat Manusia seperti yang dikatakan Adm. Byrd, warga Dunia pun berhak untuk mengetahuinya. Maka kita kembali pada FLAT EARTH CHALLENGE di Seri 01, kita tak perlu berdebad kusir tentang bentuk Dunia. Silahkan terbang melintasi
Kaca cembung Antartika
Antartika, Anda tak akan dapat melakukannya! Yang dimaksud disini adalah terbang melintasi Antartika bukan camping atau tour dipinggiran Abtartika, banyak tiur dan camping dipinggiran Antartika. Lebih lucu lagi, peserta camping Antartika dilarang memfoto horizon secara langsung. Tapi harus melalui kaca cembung, fish eye lens agar horizonnya tampak lengkung. Ini juga bukti bahwa adaa hal yang disembunyikan . Horizon di Antartika kelihatan sekali lurus dan datar tapi hanaya boleh difoto menggunakan lensa fish eye agar kelihatan lengkung. 

Homo Homini Lupus
Tak ada yang bisa keliling Dunia lewat selatan, melalui Antartika. Apa yang disembunyikan disana? Apa dasarnya 12 Negara punya hak lebih dri Negara-negara lain di Dunia? Dimana itu Hak Asasi Manusia dan Demokrasi yang selama ini mereka dengung-dengung kan? Yang ada hanya Homo Homini Lupus: Manusia adalah serigaala bagi sesamanya. Ini yang membuat topik Flat Earth booming secar eksponensial sejak November 2015. Jika semua orang perlahan sadar, satu kebohongan ini akan membongkar kebohongan-kebohongan lainnya, seperti batu kerikil yang bikin jatuh raksasa. Ellite Global mulai terpojok mereka hanya sedikit, tak ada yang bisa melawan peopole power. Makasud dari pemaparan ini adalah membangkitkan kesaaran. Silahkan sebarkan, silahkan riset sendiri, silahakan buat video sendiri dan tayangkan. Jangan berharap mereka akan mengakui. Standing Operating Procedure nya adalah: bantah, bantah dan bantah. Jika anda memposting janagn kaget jika Anda dihina dan dipermalukan seperti orag paling bodoh di Dunia. Saran saya, tak perlu ladeni debad kusir. Cukup fokus pada 3 hal pembuktian secar angka dan fisik: perhitungan matematika gravitasi, perhitungan matematika gerhana, dan fisik melintasi Antartika. Skak Matt! 
________________________________________________________________

Diluar kisah-kisah perang dingin, Amerika dan Soviet sebenarnya kompak melakukan operasi militer gabungan. Penjelajahn Antartika yang terakhir, Operation DeepFreeze dilakukan oleh gabungan Amerika dan Soviet. Tak lama kemudian, ditahun itu juga Soviet meluncurkan satelit yang pertama yaitu Sputnik. fungsi sputnik sebenarnya tak ada apa-apanya, hanya bola berdiameter 59cm dan membunyikan sinyal-sinyal yang tak penting. Yang signifikan adalh roketnya, itulah kali pertama Manusia bisa meluncurkan roket hingga ketinggian 577 KM lebih dari setengah pulau Jawa ke angkasa. Amerika menyusul kemudian, mengirim roket berisi satelit eksplore tahun 1958. Amerika dan Soviet sama-sama tahu ada sesuatu di Angkasa yang sangat serius, kita hanya mendengar sedikit melaui masalh Van Allen Belt radiasi yang menutupi Bumi. Keadaan yang sesungguhnya jauh lebih serius daripada itu, saking seriusnya sampai Amerika dan Soviet sama-sama membm nuklir langit selama 4 tahun, sebuah operasi militer yang sangat mahal dan tidak akan dilakukan jika tidak benar-benar penting. 
Operation FishBowl
Operasi ini disebut HANE (High Altitude Nuclear explosions) mulai tahun 1958-1962, dulu top secrete, namun sekrang kita bisa mendapat informasinya setelah dibuka 50 tahun kemudian. Kita bsa mnegtahui nama operasi masing-masing, tempatnya, waktunya dan keuatan bom nya, 100x lebih dahsyat dari bom Hiroshima dan Nagasaki.Ini menunjukan betapa seriusnya operasi tersebut, kita perhatikan nama-nama operasinya: Operation Dominic, Operation Fishbowl.  kita pahami dulu apa maksudnya. 
Melalui teknologi roket yang dapat mencapai ketinggian 577 KM, Amerika dan Soviet sama-sama tahu bahwa ada tirai atau kubah selstial yang menutupi Bumi, kubah yang tak kelihatan tapi memiliki radiasi yang mematikan seperti perisai elektromagnetik dalam film star trek. Bahkan disebut impenetrable, tak dapat dilewati. Sungguh mengherankan, orang sampai sekrang masih percaya bisa pergi ke angkas luar. Padahal jelas-jelas disebut ada perisai alami yang tak bisa ditembus. Ini yang dikatakan oleh Ibnu Sina 1000 tahun lalu "Solid, but tranparant Spheres". Dan yang dikatakan Nikola Tesla 100 tahu yang lalu "Celestial Spheres".Untuk mudahnya, kita sebut sajaa kubah selestial atau kubah Bumi. Elite global tahu bahwa kita ini sperti ikan didalam aquarium, merek ingin menghancurkan aquarium tersebut menggunakan bom nuklir. Oleh sebab itu, operasi ini disebut Operation FishBowl. 
Menara Babel
Ellite global dan freemason adalah titisan doktrin dari Raja Nimrod yang menciptakan menara Babel untuk menantang tuhan yang menciptakan banjir Nabi Nuh. Mereka percaya bahwa yang namanya paradise atau surga Firdaus adalaha Atlantis, sebuah Benua yang ditenggelamkan oleh Tuhan melalui banjir Nbi Nuh. Itu sebabnya Nimrod membangun menara tinggi yang menjulang ke langit, Anda bisa mempelajari menara Babel ini pada kitab suci. Ellite global melakukan hal yang sama, menghancurkan kubah selstial yang menutupi Bumi sama dengan Raja Nimrod yang membangun menara tinggi untuk menantang Tuhan. Oleh sebab itu Operasi ini disebut operasi Dominic atau Tuhan. Mereka menggunakan bom nuklir yang dinamakan Thor palu dewa pagan, untuk memukul kubah Bumi buatan Tuhan. Terakhir beredar rekaman Operation FishBowl ( klik ) tahun 1962 yang sudah boleh diakses punlik setelah kadaluwarsa 50 tahun. Anda takkan pernah melihat hal seperti ini lagi dalam hidup Anda. 
Amerika dan Soviet sama-sama membom Nuklir selama 4 tahun, 1958-1962. Kubah selestial tak dapat ditembus, Amerika dan Soviet sama-sama tahu tak ada yang bis apergi ke angkasa luar. Perlombaan Angkasa luar dan pendaratan di Bulan adalah sandiwara. Bisnis dimana Ellite Global mendaoat keuntungan dari anggaran Negara. Soviet bangkrut, Dollar invlasi, Rupiah kita lebih hancur lagi. Ellite Global tak akan mengakui ini, mereka lebih baik MEMBUNUH daripada mngakui bahwa mereka bohong soal Angkas luar. Tak akan da resolusi damai, yang ada hanyalah peopole power. 
Tidak percaya pada penguasa Global yang membuat bangkrut semua Negara-negara di Dunia lewat hutang-hutag dan penghasilan generik. Tentang space program yang dilakukan Soviet, Amerika, China, dan lainnya akan dibahas pada seri 06 - NASA Hollywood. Sementara itu, kita tutup Seri 05 yang membahas argumen no.5 Bumi bola. Penerbangan dari Barat ke Timur atau sebaliknya, tidak memuktikan bahwa Bumi ini berbentuk bola. Karena perjalanan tersebut sebenarnya hanya seperti jangka yang mengelilingi pusat lingkaran, yakni Kutub Utara pada Bumi dtar. Sebaliknya, rute Bali-LA yang mendarat darurat di Alaska tak akan terjadi jika Buminya bola, rute tersebut hanya mungkin terjadi pada peta Bumi datar. 
Orang bisa terbang keliling Duni dari Barat ke Timur, tapi tak akan ada yang bis akeliling Dunia dari sletan ke utara. Silahkan Anda buktikan! Hal ini membuktikan ada rahasia yang disembunyikan di Antartika. Antartika adalah salah satu kunci bagi konspirasi Bumi datar.





-Seri 05-


Sumber: Video Flat Earth 101 Channel oleh Bossdarling








Sabtu, 09 Desember 2017

Seri 04 - Gerhana dan Horison

Ini adalah Seri ke-04, pada 3 Seri sebelumnya, kita sudah membahas 5 argumen yang sebelumnya membuat kita yakin bahwa Bumi berbentuk bola. Pada Seri kali ini kita akan membahas topik no. 6 dan 7, yaitu soal Gerhana dan horison yang tampaknya membuat kita yakin Bumi ii berbentuk bola. 
_________________________________________________________________________________
Kita mulai topik ke-6. Tentang gerhana yang dapat diprediksi dengan tepat oleh NASA. Kita sejak kecil diajarkan, bahwa gerhana Bulan terjadi karena Bulan masuk kedalam bayang-bayang Bumi bola. Suatu hal yang tak mungkin terjadi jika Buminya datar. Gerhana bahkan dapat diprediksi sangat akurat oleh NASA, bahkan hingga ke hitungan jam dan menit kapan terjadinya. Tentu Anda berasumsi bahwa NASA menghitung orbit Bulan dan orbit Bumi mengelilingi Matahari, betul? Jelas salah! Salah besar!  
Mari kita buktikan. Mari kita cek situs NASA kita cek bagaimana mereka memprediksi semuanya. Lihat, NASA dapat memprediksi gerhana secara tepat menggunakan siklus Saros, apakah itu? Siklus saros adalah siklus yang dibuat oleh bangsa Babilonia kuno ( sekarang Irak ) ribuan tahun yang lalu. Astronom Babilonia kuno mengamati bahwa gerhana adalah peristiwa rutin, sama seperti erjadinya siang dan malam. Mereka dari gerhana yang satu ke gerhana yang lain sehingga menemukan siklusnya yang disebit siklus saros. Menurut astronom Babilonia kuno itu, gerhana terjadi  setiap 18 tahun 11 bulan dan 8 jam. Siklus ini juga berlaku untuk gerhana Matahari. Berdasarkan kalender saros itu, NASA mampu menghitung gerhana sampai 150 tahun dari tahun 1901 - 2045. Lalu NASA memebuat animasi gerhana, seolah-olah  itu diprediksi dengan menghitung pergerakan Bumi dan Bulan mengelilingi Matahari. Padahal sebenarnya mereka menggunakan siklus saros bangsa Bacilonia yang tak ada hubungannya dengan bentuk Bumi. Mau buninya kotak, segita tetap saja gerhana Bulan terjadi dan kalendernya seperti itu.
Bangsa Babilonia dapat memebuat kalender yang begitu akurat itu dengan menggunakan asumsi Matahari mengelilingi Bumi alias geosentrik. Pertanyaan yang paling penting adalah, Mengapa Nasa yang memiliki budget 256 trilliun/tahun, mampu menggaji professor-professor dan Doktor-Doktor manapun di Dunia yang sangat pandai Astronomi, Biologi, Matematika dan Animasi komputer tidak menghitung gerhana dengan asumsi Bumi mengelilingi Matahari melainkan menggunakan siklus saros? Kita akan jawab ini nanti karena ini disebabkan asumsi dasarnya. 
_________________________________________________________________________________

Dikatakan, bahwa jarak Bulan ke Bumi adalah 384,400 KM. Anda pasti berfikir bahwa itu pasti dihitung oleh Sains modern. Padahal jarak Bumi dan Bulan dihitung oleh ilmuan Yunani kuno, yaitu Aristarchus of Samos 2,300 tahun yang lalu. 

Aristarchus menghitung jarak Bulan menggunakan rumus Trigonometri pada saat Gerhana Bulan, dengan asumsi bahwa Bulan masuk ke dalam bayang-bayang Bumi. Jadi ini cerita lama. Seperti yang telah disampaikan diepisode yang lalu, teori Bumi mengelilingi Matahari sudah ada sejak 2.300 tahun yg lalu. Aristarchus bahkan menghitung jarak Bulan dengan asumsi tersebut. Maka didapatlah angka 240.000 Mill atau 384.400 KM.
Apakah ini fakta? Tentu saja bukan. Ini adalah perhitungan Trigonometri dengan asumsi Bulan masuk ke dalam bayang-bayang Bumi. Gampangnya seperti ini, Anda menghitung seekor tikus,dengan mengasumsikan ekor tikus sebagai tikus. Menjadi masalah apabila yang dihitung adalah ekor gajah, tubuh tikus akan menjadi sebesar gajah. 
Dengan asumsi yang sama, Aristarchus menghitung jarak bulan dengan asumsi yang sama. Aristarchus kemudian menghitung jarak Bulan lewat fenomena gerhana. Didapatlah angka 1/3 Bumi atau 3,6 kali Bumi, yaitu 3.474 KM. 
Setelah mendapat jarak Bulan, ilmuan 2.300 tahun yang lalu itu mengukur jarak Matahari, didapatlah angka 149,6 juta KM dari Bumi. Masalahnya, angka itu lebih besar 400x dari jarak Bulan ke Bumi, padahal kita selalu melihat Bulan dan Matahari besarnya hamir sama yang menyebabkan terjadi Gerhana Matahri Total. Maka dibuatlah asumsi baru, Matahari dan Bulan kelihatan besarnya sama, padahal jaraknya, menurut hitungan Aristarchus tadi jaraknya 400x lebih jauh. Karena Matahari besarnya 400x lebih besar dari Bulan. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa Matahari besarnya 109x dari pada Bumi. begitulah rumus matematika asumsi diatas kertas. Hitungan Matematikanya sih sudah benar, karena matematika adalah ilmu yang pasti. Asumsi awalnya lah yang salah besar.


Maka dibuatlah dogma baru bahwa Matahari itu besar sekali, 400x besar Bumi. Namun secara ajaib jaraknya 400x lebih jauh dari Bulan. Jadi besarnya terlihat sama. Panca indera dan logika kita dikalahkan oleh asumsi rumus. 
Darimana Aristarchus 2.300 tahun lalu bisa memastikan bahwa Gerhana Bulan terjadi karena bayang-bayang Bumi? Sampai sekarang pun, kalau benar Gerhana Bulan terjadi karena masuk bayang-bayang Bumi, mengapa NASA masih menggunakan kalender Saros untunk menghitung gerhana? Mengapa NASA tidak menghitung sendiri dengan asumsi Bumi mengelilingi Matahari?! 
Jawabannya sederhana, karena memang semua hitungan itu salah semua! Gerhana tidak mungkin bisa diprediksi jika menggunakan angka-angka tersebut. 
_________________________________________________________________________________


MATAHARI DIBAWAH AWAN
SINAR MATAHARI MELEBAR
Berbeda dengan memahami alam dengan rumus diatas kertas, observasi alam secara langsung menunjukan hal yang sebaliknya. Matahari begitu dekat diatas awan, bukan 150jt KM seperti yang mereka katakan. Matahari tidak terlalu besar. Dapat dilihat dari pantulannya di awam. Pantulan di awan tidak akan bisa terjadi apabila Matahari sebesar dan sejauh yang dikatakan. Dipermukaan Bumi kita bisa melihat cahaya Matahari yang menyebar melebar dari sela awam. Hal itu tak mungkin terjadi bila Mataharinya jauh dan Buminya lengkung. Mereka beralasan itu dikarenakan atmosfir. Padahal jika Buminya lengkung, atmosfirnya cembung maka seharusnya bayangannya tidak seperti itu, melainkan mengerucut. Kita bisa buktikan sendirifenomena ini melalui carton yang dipotong mengikuti pola awan tersebut. Jika Mataharinya jauh sperti yang dikatakan, terbukti bahwa sinarnya tidak melebar. Kita bisa lihat sinar mataharinya pararel.
Karton yang sama dengan sumber cahaya yang dekat, lampu misalnya, bahwa sinarnyamelebar. Fenomena dari awan tersebut membuktikan bahwa sinar Matahari bersifat dekat dan lokal


CONTOH TRIGONOMETRI
TRIANGULATION
Rumus trigonometri yang sama dapat digunakan dengan asumsi yang berbeda, tak perlu menggunakan asumsi bayangan dibulan. Perhitungan Trigonometri jarak Matahari dapat dihitung dengan asumsi yang nyata, yaitu derajat kemiringan sinar matahari yang dapat dihitung dengan benda yang ada di Bumi. Dibutuhkan setidaknya 3 lokasi yang berbeda. Seperti Google Maps yang menggunakan 3 tower Telkom yang berbeda. Bedanya, cara mengukur ketinggian adalah dengan Triangulation. Yang biasa digunakan untuk mengukur krtinggian gedung, gunung, dll. Hasilnya, jarak Matahari hanya 3.800 mill atau 5.766 km saja. 
Matahari dan Bulan begitu dekat, dari jarak itu kita bisa hitung diameter Mathari yaitu 32 mill atau 50km. Begitu pula diameter Bulan, yang besarnya hampir sama. Matahari dan Bulan tak sebesar apa yang dipropagandakan selama ini. Semua orang bisa mengukur jarak dan diameter Matahari tanpa menunggu gerhana sperti yang dilakukan Aristarchus of Samos 2.300 tahun yang lalu. Buat apa mengitung trigonometri dengan asumsi bayangan yang ada di Bulan? Kita semua bisa menghitung trigonometri dengan bayangan yang ada di Bumi. 
_________________________________________________________________________________


Permasalahan pada angka-angka Sains modern ada pada asumsi dasarnya, bahwa sinar Bulan adalah pantulan sinar Matahari, dan gerhana terjadi karena Bulan masuk bayang-bayang Bumi. Itu hanya teori, bukan fakta. Bulan punya cahaya sendiri yang sifatnya beda dengan sinar Matahari. Faktanya, efek sinar Bulan terhada hewan dan tumbuhan berbeda dengan efek sinar Matahari. Sinar Matahari panas, sinar Bulan justru dingin, Matahri dan Bulan adalah simbol keseimbangan alam yaitu Yin dan Yang. 
Seiring dengan berkembangnya kesadaran Flat Earth, orang mulai mengukur temperatur suhu sinar Bulan. Caranya mudah, cukuo menggunakan 2 termometer. Yang satu diletakan dibawah sinar bulan dan satu lainnya diletakkan didekatnya namun tak terkena sinar Bulan.  Hasilnya sangat jelas, bidang yang terkena sinar Bulan temperaturnya lebih dingin dari yang tidak terkena sinar Bulan. Ini tidak mungkin terjadi jika sinar bulan yang dingin adalah pantulan sinar matahari yang panas. 
Bulan dipagi hari
Karena SInar Bulan bukanlah pantulan sinar MAtahari maka gerhana bukanlah terjadi karena Bulan terhalang bayang-bayang Bumi. Begitupula jika kitalihat Bulan dipagi hari jelas terlihat bahwa itu bukanlah bayangna Bumi melainkan lagit dibelakangnya. Bagaimana mungkin bayangan Bumi bisa bewarna biru langit sperti itu? Bulan tak berbentuk bola sperti yang mereka katakan. Kalau diamati, kadang tampak bintang dibagin tubuh Bulan yang transparan, itu sebabnya jaman dahulu ada simbol Bulan dan Bintang dimana bintang memang benar-benar menembus tubuh Bulan. Seperti yang telah dibahas di seri sebelumnya, asumsi diatas asumsi. Jika asumsi dasarnya salah, maka semuanya runtuh. 
Sinar Bulan bukanlah pantulan dari Sinar Matahari, maka gerhana bukan disebabkan kaena Bulan masuk bayang--bayang Bumi oleh sebabiturumus trigonometri jarak dan diameter Bulan, Runtuh! Konsekuensinya, jarak MAtahari menjadi slaah pula, akibatnya seluruh perhitungan alam semesta jadi slah semua! Dan seluruh cosmology Sains Modern jadi runtuh!


  Video pakar Sainstifik mencoba menghitung gerhana dnegan angka fiktif itu
Maaf tidak tersedia subtitle. Kalo tahu artinya pasti ketawa tuh.
Elitte Global
Maka kita kembali kepertanyaan awal, NASA yang memiliki budget 256 triliun per tahun, mampu menggaji proffessor-proffessor dan Doktor-Doktor manapun diDunia yang sangat hebat dan memiliki pengetahuan yang sangat luas, tidak bisa memprediksi gerhana dengan angka-angka tersebut. Bukan larena proffessor dan Doktor-Doktor itu bodoh, Karena memang angka-angka itu salah! Sebaliknya mereka juga pasti tahu bahwa angka-angka itu salah dan kemabli menggunakan siklus saros zaman Babilonia kuno. Mereka adalah bagian dari Elite Global
Dengan demikian, kita simpulkan topik no.6 ini presepsi bahwa terjadinya gerhana adalah bukti bahwa Bumi bola dan mengelilingi Matahari adalah salah besar. Bukti:
1. NASA terbukti menggunakan siklus saros dan bukan menggnakan perhitungan menggunakan angka-angka fiktif tersebut
2. NASA mempropagandakan animasi terjadinya gerhana tanpa perhitungan dan skala agar seolah gerhana terjadi akibat pergerakab orbit Bumi dan Bulan untuk mengelabuhi umat Manusia seduia.
3. Ketiddakmampuan NASA memprediksi gerhana dengan angka-angka fiktif dan dogma tersebut membuktikan bahwa angka-angka itu sebenarnya Salah! Akhirnya angka turunannya yaitu perhitungan alam semesta menurut Sains Modern adalah penyesatan, Tuhan palsu, yang didesain sistematis untuk menjauhkan Manusia dari Agama dan ketuhanan melalui kebohongan Sains Modern.
_________________________________________________________________________________
Foto Bumi 

Kita sejak kecil diajarkan bahawa fenomena kapal menghilang di horizon adalahmembuktikan bahwa Bumi lengkung. Dikatakan bahwa kapal yang berada jauh hanya terlihat atasnya, karena bagian bawahnya terhalang lengkungan Bumi. Padahal, jika kita menggunakan teropong/kamera yang memiliki zoom dan kualitas yang tinggi, kapal itu akan terihat utuh kembali. Buktikan! Kita harus membiasakan diri, untuk memiliki data dan fakta yang kredibel. Jangan sekali-kali berdebat tanpa data, hana mengandalkan opini sendiri-sendiri. Bisa dibilang 90% data yang ada di Google adalah opini-opini dan presepsi-presepsi tanpa data yang jelas. 

Ada banyak perdebadan yang hanya mengandalkan foto tanpa data. Kalau melihat foto Bumi yang harus diingat adalah 2 hal, yaitu: fish eye lens atau CGI rekayasa komputer. Fish eye lens membuat semua foto tampak lengkung, hal ini memang digunakan untuk wide angel apalagi kalu kameranya kecil. Hal ke-2 adalah CGI atau rekayasa komputer, tak semua orang bisa membedakan foto asli dengan CGI. 
Orang sering bicara soal horizon dan lengkungannya tanpa tahu angkanya, jadinya jadi debad kusir yang tak bermutu. 
Bedford Experiment
Lengkungan Bumi dapa dihitung menggunakan rumus phytagora. Kesimpulannya dengan asumsi jari-jari Bumi 6,371 KM lengkungan seharusnya 8 inch per mile. Setelah memahami data ini, baru kita bisa melakukan aksi dan observasi. Eksperimen tentang pengukuran lengkungan Bumi yang terkenal dilakukan di Bedford, Inggris. Karena sungai di Bedford ini lurus dan tak terganggu pandangannya sejauh 6 mile atau sekitar 9,7 KM. Mereka meakukan percobaan untuk membktikan apakah permukaan itu datar atau lengkung. Kalau benar lengkung sesuai tabel lengkung Bumi, seharusnya lengkung 4,8 meter. Artinya benda yang tinggnya kurang dari 4,8 meter tidak akan bisat terlihat dari jarak 9.7 KM, maka dibuatlah percobaan. Diberangkatkanah sebuah perahu sejauh 9,7 KM. Ternyata seluruh kapal dan benderanya masih kelihatan dalam jarak 9,7 KM itu. Semestinya jika Buminya lengkung, sudut pandang kita akan melenceng 4,8 mete sehingga kapal dan benderanya tidak kelihatan. 
Lase Experiment
Prespektif
Percobaan lainnya dapat menggunakan laser. kita mengetahui bahwa sinar eser bisa mencapai jarak 20 KM, orangpun melakukan percobaan pada jarak 4 Miles atau 6,4 KM.  Seharusnya, berdasarkan data lengkungan Bumi, harusnya Buminya lengkung 3,2 M. Maka ditembakanlah sinar leser sejauh 6,4 KM, seharusnya sinar leser itu melangkung 3,2 M karena lengkungan Bumi. Ternyata tidak, sinar leser tersebut tidak melenceng. Artinya, Buminya datar dan tidak melengkung. Hal yang perlu diperhatikan jika observasi horizon adalah prespektif. Sesuai sudut pandang kita sebagai observer, seharusnya benda akan mengerucut sesuai tinggi jarak pandang kita. Sperti gambar diatas contohnya, sebenarnya ketinggiannya sama, namun tampak mengecil sesuai ketinggian pandangan kita. Ini adalah salah satu contoh bahwa bagian bawah menda menghilang karen aprespektif bukan karena lengkungan Bumi.
Tonton dan buktikan!




Perbandingan 
 
Karena kurangnya pemahaman, banyak yang bilang bahwa, kalu Buminya datar Matahari tak pernah terbenam.Ini jelas salah! Matahari terlihat terbenam karena prespektif bukan karena lengkung. Fakta uang leih menarik adalah, Matahri tampak lebih besar ketika direkam diketinggian daripada di permukaan tanah.Jika benar Matahari berada di jarak 150 juta KM, tidak akan ada pengaruhnya jika dilihat dari jarak yang berbeda beberapa KM saja. Fenomena ini malah menunjukan sebaliknya, diketinggian Matahari tampak lebih besar. Hal ini tidak akan terjadi apabila Matahari berjalan pada ketinggian 15o juta KM. 
Ketika Matahari terbenam, terlihat sianrnya mengikuti hilangnya prespektif Matahari. Ini menandakan Matahri bersifat loka, kalau jaraknya 150 juta KM sinarnya tidak aakan hilang seperti itu, tapi rata diseluruh horizon Bumi. Kita bandingkan dengan lampu-lampu kota, sama persis, kedua sinar itu bersifat lokal. 

_________________________________________________________________________________


Hal lain terkait horizon dan prespektif adalah fenomena pelangi. Terjadinya hal itu memang dapat dijelaskan dengan mudah melalui refraksi prisma atau jalan air. Tetapi tetap saja bentuknya lurus, tak ada penjelasan yang memuaskan mengenai "mengapa pelangi bentuknya lengkung". 
Silahkan kalian cek berbagai refrensi sains, salah satunya adalah proffesor Walter Lewin yang sudah puluhan tahun mengamati fenomena pelangi. Dia sangat bagus dalam menjelaskan bagaimana refraksi cahaya yang melengkung melalui air hujan diketinggian. Tetapi tetap tak ada penjelasan yang memuaskan tentang engkungnya pelangi. 
Fenomena pelangi juga berkaitan dengan feomena Halo yang biasa terlihat disekitar Matahari. Alam semesta adalh misteri, yang berasal dari kecerdasan ilahi, yang tak semua bisa dijelaskan oleh keterbatasan intelngcy Manusia. Upaya untuk memahami maslah ini adalh esensi dari sains yang sesungguhnya, Mebuah eksplorasi kehidupan yang sungguh mengasyikan, menjadi masalah jika kita berlaku seolah sudah tahu segalanya. Arogansi sains, arogansi intelketual, padaahal sains tak pernah bisa menjelaskan bagaimana dan darimana kecerdasan anda berasal. 
Fenomena lainnya yang tak pernha bisa dijelaskan, antara lain: Matahari ganda yang kadang terjadi entah apa sebabnya. Ini adalh nyata bukan hoax. Jika kita tidak tahu, bilang kita tidak tahu dan kta akan melakukan riset dan eksplorasi untuk memahaminya. Demikian hanya pula dengan pelangi dan helo, apa yang membuat pelangi melengkung? Apa yang membuat halo? satu hal yang pasti, kita bisa membuat pelangi sendiri dengan bidang air yang benar-benar melengkung. Kalangan flat earth memandang fenomena pelang dan halo sebagai refreksi dari kubah slestial atau Firmament dalam Injil dan langiit tujuh lapis dalam Al-Qur'an. 

Dengan begitu kita tutup topik ke-Tujuh yang membahas mengenai horizon yang awalnya membuat kita percaya bahwa Bumi berbentuk bulat.






-SERI 4- 

Sumber: Video Flat Earth 101 Channel oleh Bossdarling








Seri 05 - Antartika Dan Bom Nuklir Kubah Bumi

Ini adalah seri 05 yang pada 4 seri sebelumnya kita sudah membahas 7 dari 10 argumen yang membuat kita yakin Bumi berbentuk bola. Pada se...